Tekno

OpenAI Resmi Teken Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat

Jakarta (KABARIN) - OpenAI resmi menjalin kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial mereka di jaringan rahasia milik pemerintah.

Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, seperti dilaporkan Tech Crunch pada Senin. Kesepakatan ini hadir di tengah dinamika hubungan antara Pentagon dan perusahaan AI lain, termasuk Anthropic, yang sebelumnya sempat berbeda pandangan soal batas penggunaan AI dalam sektor militer.

Sebelumnya, Pentagon mendorong perusahaan teknologi AI agar membuka akses penggunaan model mereka untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”.

Namun, CEO Anthropic Dario Amodei menegaskan perusahaannya tetap membatasi pemanfaatan AI untuk pengawasan massal di dalam negeri dan sistem senjata otonom penuh.

Dalam pernyataan panjang yang dirilis Kamis, Dario menyebut perusahaannya tidak pernah menolak operasi militer tertentu atau menerapkan pembatasan secara sepihak. Meski begitu, ia menilai ada situasi di mana AI justru berisiko melemahkan nilai-nilai demokrasi, bukan memperkuatnya.

Berbeda dengan itu, Sam Altman menjelaskan bahwa kontrak OpenAI dengan Departemen Pertahanan sudah memuat aturan pengamanan yang tegas, termasuk larangan pengawasan massal domestik dan prinsip bahwa keputusan penggunaan senjata tetap berada di tangan manusia, termasuk dalam sistem senjata otonom.

Ia menyebut pemerintah AS menyepakati prinsip tersebut dan telah memasukkannya ke dalam regulasi, kebijakan, serta dokumen kerja sama resmi.

Selain itu, OpenAI juga akan membangun sistem pengamanan teknis agar penggunaan AI tetap sesuai aturan, serta menempatkan tim ahli untuk bekerja bersama Pentagon dalam aspek implementasi dan keselamatan.

Sam menambahkan, OpenAI mendorong agar prinsip serupa juga diterapkan ke seluruh perusahaan AI, serta mengutamakan penyelesaian melalui kesepakatan bersama yang adil, bukan lewat tekanan hukum atau kebijakan yang bersifat eskalatif.

Dalam pertemuan internal perusahaan, Sam juga menyampaikan bahwa pemerintah memberi ruang bagi OpenAI untuk membangun lapisan perlindungan sendiri guna mencegah penyalahgunaan AI, serta tidak akan memaksa perusahaan menjalankan tugas tertentu jika sistem AI menolak melakukannya.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: